Senin, 27 Agustus 2012

Buah Manggis, si Hitam Manis untuk Ibu Hamil

Manggis, hemm. . .


Buah yang biasanya menjadi favorit berdampingan dengan buah Durian, Ya, si Ratu Buah julukan yang sudah lazim orang-orang berikan pada 1 buah ini. Buah yang memiliki warna kulit buah yang gelap dan mungkin kurang sedikit menarik. Namun, isi di dalamnya siapa yang tau. . .
Putih, bersih dan manis rasanya. . .

Manggis, sungguh luar biasa sekali manfaat dengan mengkonsumsi buah yang luar biasa enak dan lezatnya ini bagi kita. Lebih-lebih bagi ibu hamil. Ibu hamil memerlukan banyak nutrisi untuk kesehatan ibu dan juga kesehatan janin yang sedang dikandung. Buah manggis mampu memenuhi nutrisi bagi ibu hamil agar tetap pada kondisi yang sehat dan segar, karena buah manggis mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan selama masa kehamilan.

Salah satu kandungan buah manggis yaitu zat folat yang sangat bermanfaat sekali untuk mencegah cacat lahir pada janin atau kelainan bayi pada tulang belakang, bibir sumbing, cacat jantung dan juga kelainan bayi lainnya.
Manggis juga mengandung zat mangan yang berguna membentuk sistem kerangka dan tulang rawan pada pertumbuhan janin. Zat mangan pada buah manggis memiliki sifat antioksidan yang mampu melindungi ibu hamil dan bayi dari kerusakan sel yang tidak diinginkan.

Dalam buah manggis juga terkandung vitamin C yang cukup kaya yang mampu menjaga sistem kekebalan tubuh ibu hamil. Selain itu vitamin C juga memiliki fungsi untuk mengurangi resiko terkena infeksi yang dapat membahayakan janin. Sedangkan bagi ibu hamil itu sendiri manfaat vitamin C adalah untuk menjaga produksi kolagen atau senyawa yang membantu kulit menjadi elastis sehingga kulit ibu hamil tetap sehat saat mengerang seiring pertumbuhan janin dalam kandungan.

Rabu, 22 Agustus 2012

Tips Memilih Posisi Tidur selama Masa Hamil

Ahhaaa, ini nih yang sebenarnya sepele tapi efeknya luar biasa bervariasi.
Nah bagi bumil wajib diketahui nih posisi tidur yang baik itu bagaimana selama masa hamil, biar ibu dan bayi juga sama-sama enak.
Simak yuk. . .

  • Tidur Terlentang


Tidur dengan posisi terlentang sangat tidak dianjurkan pada ibu hamil setelah kehamilan mencapai usia 16 minggu atau 4 bulan masa kehamilan. Mengapa demikian?? Menurut artikel yang pernah saya baca di bidanku.com tidur terlentang ini sama halnya dengan memaksakan tubuh dengan meletakan seluruh berat rahim ke bagian belakang tubuh, usus dan hingga vena cava inferior. Sebenarnya tidur dengan posisi terlentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir dan gangguan pencernaan serta pula dapat mengganggu pernapasan.
  • Tidur Miring


Tidur dengan posisi miring sangat dianjurkan setelah usia kehamilan 16 minggu atau 4 bulan, sebaiknya ibu hamil tidur dengan posisi miring ke sebelah kiri, karena posisi ini memberi keuntungan untuk bayi anda untuk mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta karena adanya vena besar (vena cava inferior) dibagian belakang sebelah kanan svina yang mengembalikan aliran darah ke tubuh bagian bawah ke jantung. yang juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu hamil sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pegelangan kaki dan tangan.
  • Tidur Tengkurap


Posisi ini sebenarnya cukup aman untuk ibu hamil. Tapi biasanya pasca kehamilan trimester pertama, karena adanya pembesaran payudara dan juga rangsang payudara yang lebih sensitif akan menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap. Dan pada saat di mana perut sudah mulai membesar (awal 14 minggu) tidur dengan posisi tengkurap menjadi sangat tidak nyaman karena harus menyokong paha dengan bantal untuk dapat tidur tengkurap karena perut yang mulai membesar.

Nah, sekarang bumil tinggal pilih deh, tidur mana yang atau gaya tidur yang seperti apa yang bisa dipakai sesuai dengan yang dianjurkan. Selamat mencoba. . .

Selasa, 21 Agustus 2012

Selamat Lebaran

Alhamdulillah. . .
Setelah 2 hari penting berlalu, capek salam-salaman, maaf-maafan dan kekenyangan sehari penuh makan opor ayam, akhirnya tiba juga waktu untuk bersantai. . .


Minal Aidzin wal Faidzin teman-teman, selamat Hari Raya Aidil Fitri 1 Syawal 1433 H, mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas semua salah dan khilaf selama ini, dan semoga masih bisa dipertemukan pada bulan suci selanjutnya, amiiinn. . .

Senin, 13 Agustus 2012

Info Terbaru PPSM 2012

Sehabis sahur barusan, saya lagi-lagi dan lagi mencoba masuk blog BEM Stikes Dian Husada, ternyata ada pengumuman baru disana yang semuanya harus di download. Ketiganya itu adalah Daftar Nama Baik Calon Mahasiswa Baru Peserta PPSM 2012, Lembar Rekam Medis dan Pengumuman PRA PPSM Hari Senin.

Hemm, alhamdulilah ya sesuatu. . .


Diatas adalah tabel nama kelompok PPSM 2012 September ntar. PPSM, Pengenalan Program Studi Mahasiswa. Ahhaa. . . akhirnya saya tau juga kepanjangan dari PPSM itu, terimakasi kakak-kakak BEM.
Nah, dari tabel diatasa, saya masuk di kelompok 10 dan keseluruhan jumlah total ada 13 kelompok dengan nama kelompok yang berbeda-beda. Disitu terbagi lagi nama baik, nah dari 20 nama baik dalam 1 kelompok itu harus dicari arti dari nama baik tersebut dan dicari juga arti dari nama kelompoknya.

Kelompok 10 nama kelompoknya Haematologi dan saya memiliki nama baik Trombositopani. Haduh. . . kira-kira apa ya arti dari 2 kata itu ?
Yang saya tau sih, Haematologi itu berasal dari kata Haema dan Logos. Haema kalau kata guru Biologi SMA saya itu kata lain dari sel darah, terus kalau logos itu kan cabang ilmu. Berarti Haematologi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang darah. Terus kalo Trombositopani itu apa ya. . .
Kalau Trombosit itu kan sel darah yang nggak mempunyai inti, dan saya coba tanya mbah Google ternyata Trombositopani itu adalah penurunan jumlah trombosit dalam sirkulasi darah.

Dari nama-nama kelompok yang sudah saya download di blog BEM Stikes Dian Husada itu saya coba cari teman-teman saya di Facebook dan alhamdulilah sebagian ketemu, sempat sharring juga masalah untuk persiapan PPSM 2012 nanti. . .


Kalau yang ini adalah form rekam medis yang harus diisi oleh calon mahasiswa baru Stikes Dian Husada dengan syarat harus diisi dengan tulisan tangan. Nah loo. . .
Tangal 03 September nanti lembar ini harus dikumpulkan, jadi untuk sekarang siap-siap aja buat ngisi. . .





Yang terakhir tabel ini, tabel pengumuman PRA PPSM Hari Senin ntar. Semacam form login kegiatan selama PRA PPSM

Ayo ayo buat semua teman-teman, semangat dan harus selalu tetap semangat. . .

Melahirkan di dalam Air

  

Melahirkan di dalam air atau Water Birth mulai populer di Eropa, terutama Rusia dan Prancis pada tahun 1970-an. Tujuannya saat itu adalah untuk memudahkan lahirnya bayi. Melahirkan dalam air dapat mengurangi rasa sakit pada ibu. Idenya berawal dari pemikiran bahwa janin yang selama sembilan bulan berenang dalam air ketuban dapat lebih nyaman memasuki dunia baru yang juga air. Setelah itu bayi akan bernapas dan menghirup udara.
Namun, ada beberapa resiko pada water birth, misalnya adanya komplikasi pada paru. Kadang bayi kesulitan bernapas ketika berada dalam air. Maka jika ingin melahirkan dalam air, Anda harus dulu berkonsultasi dengan dokter.

Manfaat Melahirkan di Air

Manfaat bagi ibu :
Para pakar kesehatan dibidang ginekologi mengakui bahwa melahirkan didalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan lain, yaitu:
. Ibu akan merasa lebih rileks karena semua otot yang berkaitan dengan persalinan menjadi lebih elastis
. Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan, sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.
. Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.
Manfaat bagi bayi :
. Menurunnya resiko cedera kepala bayi.
. Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.

Proses Melahirkan Di Air

Proses dan melahirkan dalam air sama saja dengan melahirkan normal, hanya tempatnya yang berbeda. Dilakukan didalam sebuah kolam cukup besar (berukuran 2 meter) yang terbuat dari plastik atau bath tube dengan benjolan-benjolan pada alasnya agar posisi Anda tidak merosot. Selain kolam plastik, fasilitas pendukung lainnya adalah pompa pengatur air agar tetap bersikulasi, pengatur suhu (water heater) untuk menjaga air tetap hangat, serta termometer untuk mengukur suhu. Kolam yang sudah disterilisasi kemudian diisi air yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh, yaitu sekitar 36-37 Celcius. Ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem antara didalam perut dan diluar, dan agar bayi tidak mengalami hipotermia.
Selanjutnya Anda mengejan seperti biasa. Mengingat tempatnya di air, bayi yang baru keluar otomatis berendam dulu selama beberapa saat didalam air (sekitar 5-10 detik). Ini tidak masalah karena suhu air hampir sama dengan suhu cairan ketuban tempat bayi "berenang" sebelum dilahirkan. Itu sebabnya ketika baru keluar, bayi tidak menangis, mungkin dia merasa seolah seperti belum lahir karena kondisinya sama antara didalam dan diluar.

Batasan Melahirkan Di Air

Melahirkan diair tetap ada batasan dan pertimbangan medis untuk diperkenankan. Beberapa faktor yang tidak membolehkan persalinan dalam air, antara lain panggul ibu kecil, bayi lahir sungsang atau melintang, ibu yang sedang dalam perawatan medis, ibu memiliki penyakit herpes, serta beberapa keadaan lainnya. Ibu yang mengindap herpes disarankan untuk tidak melahirkan dengan metode ini, karena kuman herpes tidak mati didalam air sehingga dapat menular kepada bayi melalui mata,selaput lendir,dan tenggorokan bayi.
Syarat lainnya, proses melahirkan didalam air tidak bisa dilakukan sembarangan, kendati terlihat mudah. Pengawasan dari pihak medis tetap diperlukan untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Resiko Melahirkan di Air

Resiko yang terjadi adalah bayi menelan air. Maka dari itu, air kolam dibuat steril sehingga walaupun tertelan bayi tidak membahayakan. Bayi juga mengalami temperatur shock jika suhu air tidak sama dengan suhu ibu saat dilahirkan, yaitu 36-37 celcius. Resiko pada ibu adalah hiportemia(suhu tubuh terlalu rendah) akibat proses melahirkan yang lebih lama dibandingkan waktu yang diperkirakan.

TIPS :

. Buatlah keputusan yang tepat setelah berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda memastikan melahirkan di dalam air, yakinlah itu cara terbaik bagi Anda.
. Mengikuti senam hamil. Senam hamil berguna untuk melatih pernapasan dan melenturkan lubang vagina sehingga memudahkan kelahiran si bayi.
. Pilihlah rumah sakit yang memiliki fasilitas water birth dengan tenaga dpkter dan perawat yang terlatih.

SELAMAT MENYAKSIKAN....


Kamis, 09 Agustus 2012

Proses Kehamilan


Berdasarkan artikel Info Bidanku, ketika seorang perempuan melakukan hubungan intim dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil dan inilah yang disebut dengan proses kehamilan. Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. Seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma akan berlarian melintasi rongga rahim. Sel sperma tersebut saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.

Saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks atau leher rahim menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari alat kelamin sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).

Jika perempuan  tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.

Selama dua hingga empat minggu pertam perkembangan, blastosis medapatkan nutrien dari endometrium. Pada masa perkembangan ini akan berbentuk plasenta yang merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (si bu) dan embrio. Melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrisi dari maternal. Melalui lasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.

Hemm, keren ya proses terjadinya manusia, sungguh luar biasa. Allah swt. maha besar. . .

Resiko Hamil di Usia Tua


Hemm, ternyata hamil itu nggak gampang kawan, banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan. Dan yang paling penting dipertimbangkan itu adalah usia atau umur si ibu, dan itu sangat erat sekali dengan kesehatan. Hemm, jadi penasaran. . .
Yuk simak artikel singkat dari majalah remaja yang pernah saya baca.

Ternyata ada DUA faktor utama yang perlu perhatian untuk seorang ibu hamil yaitu, usia si ibu dan jarak kelahiran si ibu tersebut. Usia ibu hamil yang memasuki 40 tahun dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan sebagai berikut :
  • Risiko penyakit berkaitan usia seperti kencing manis dan darah tinggi. Nah ini perlu diperhatikan, demi keselamatan 2 nyawa sekaligus. Umur tua biasanya cenderung dengan penyakit darah tinggi dan juga kencing manis. . .
  • Risiko berkaitan kehamilan seperti uri bawah (plasenta previa), uri lekang (plasenta abruptio) dan anemia (kekurangan darah). Nah kalo yang ini saya kurang paham pemirsah, apa itu uri bawah dan uri lekang. Saya ngertinya Tak Lekang oleh Waktunya Krispatih. Hehee. . . Semoga nanti di kuliah saya diajarkan tentang 2 kata baru itu, dan saya bisa paham serta mengerti semua tentang plasenta-plasenta.
  • Risiko berkaitan janin seperti sindrom down serta sindrom ketidaknormalan kromosom lain.
Benar sih, ada penelitian tentang hal ini, dan hasil penelitian itu dipublikasikan dalam journal Annals of Epidemiology yang menyatakan bahwa anak akan lebih cenderung memiliki risiko autisme jika ayah dan ibu berusia 35 tahun keatas melakukan proses pembuahan.

Namun, jika salah satu orangtua berusia 35-40 tahun, risiko autisme lebih besar terjadi pada ibu usia tua (65 persen) dibandingkan ayah (44 persen). Nah lo. . .

Hati-hati dah pokoknya, hamil itu ternyata memang tidak mudah, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. . .