Sabtu, 28 Juli 2012

Coba Upload Artikel, Gambar dan Video dari PC

GIE
Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya.

 

"Lebih baik diasingkan, daripada menyerah pada KEMUNAFIKAN"

Soe Hok Gie, sudah tidak asing lagi lama itu. . .
Seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.
Soe Hok Gie adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran tahun 1983.


Dan film GIE (2005) yang pernah digarap oleh Riri Riza, saya akui tak ada bosannya untuk terus menonton film itu. Terkadang membuat saya merasa semangat untuk menjadi anak bangsa yang bermanfaat. . .
Sosok GIE diperankan oleh artis terkenal, yaitu Nicholas Saputra.
Sosok idealis seperti GIE yang bisa membuat seorang anak muda berani untuk menghadapi hidup dan berpegang terus pada prinsip-prinsipnya, sungguh sangat dibanggakan sekali oleh jiwa muda



Bidan Delima


Bidan Delima merupakan suatu program dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), untuk Meningkatkan kualitas pelayanan bidan dalam memberikan yang terbaik, agar dapat memenuhi keinginan masyarakat.

Menurut IBI, makna dari logo bidan delima yang saya baca adalah sebagai berikut :
  • Bidan : Petugas Kesehatan yang memberikan pelayanan yang berkualitas, ramah-tamah, aman-nyaman, terjangkau dalam bidang kesehatan reproduksi, keluarga berencana dan kesehatan umum dasar selama 24 jam. 
  • Delima : Buah yang terkenal sebagai buah yang cantik, indah, berisi biji dan cairan manis yang melambangkan kesuburan (reproduksi).
  • Merah : Warna melambangkan keberanian dalam menghadapi tantangan dan pengambilan keputusan yang cepat, tepat dalam membantu masyarakat.
  • Hitam : Warna yang melambangkan ketegasan dan kesetiaan dalam melayani kaum perempuan (ibu dan anak) tanpa membedakan.
  • Hati : Melambangkan pelayanan Bidan yang manusiawi, penuh kasih sayang (sayang Ibu dan sayang Bayi) dalam semua tindakan/ intervensi pelayanan.

Jumat, 27 Juli 2012

I B I

Sekilas lihat tulisan singkat itu bisa langsung ditebak deh, kepanjangan dari Ikatan Bidan Indonesia.
Singkatan yang sudah lazim saya dengar. . .
Kalau bicara soal IBI, selalu identik dengan buah delima yang baru dipetik lengkap dengan 2 helai daun segarnya. Hemm. . . buah delima yang sudah ranum dan biji di dalam buahnya terlihat matang. Masih sedikit bingung sih dengan makna logo IBI, masih kurang saya tangkap tentang arti dan maksud dari logonya. o.O


Menurut artikel yang pernah saya baca sebelumnya, bentuk bulat logo IBI dengan dilingkari garis merah dan putih itu menggambarkan arti persatuan yang abadi. Menurut saya sih ikatan abadi seorang bidan dengan seorang ibu hamil, seperti itu. . .
Buah delima ditengah yang berisi banyak biji dan air menggambarkan kesuburan. Nah yang ini nih saya bingung menggambar seorang bidannya atau seorang ibu hamilnya ya ? Tapi kesuburan itu sendiri sih lebih ke si ibu hamilnya, kan kesuburan itu erat hubungannya dengan pasangan suami istri (si ibu hamil dan suaminya). Iya nggak ?
Buah delima ditengah itu dibuat merekah mengandung biji-biji yang telah matang dan sehat menggambarkan si ibu dan si suami dapat melanjutkan generasi penerus baru yang sehat dan berkualitas. Seorang bidan diharapkan bersiap diri menjadi tenaga pelayanan kesehatan yang profesional, untuk menghantarkan benih yang matur dan sehat tersebut menjadi calon generasi penerus yang mandiri serta berkualitas.
Dua helai daun hijau menggambarkan kemampuan dari pasangan laki-laki dan perempuan untuk melanjutkan tumbuhnya bibit. Nah ini saya juga bingung. . . Apa mungkin yang dimaksud itu si ibu hamil dan suaminya setelah menikah sudah tentu wajib melanjutkan keturunan. Tapi kan itu bukan tugas bidan. Eh tapi iya juga sih, mungkin juga bidan punya tugas untuk memberi suatu penyuluhan pada pasutri untuk bisa melanjutkan tumbuhnya bibit dalam suatu rumah tangga. . .
Terus kalau ular dan cawan menggambarkan simbol Dewa Aesculapius dan Dewi Hygea, dimana pelayanan kebidanan harus memelihara dan mempertahankan biji agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Bidan itu pekerjaan wanita yang sungguh sangat mulia sekali. Gimana nggak, bidan kan dapat menolong dua nyawa manusia sekaligus, nyawa ibu hamil dan nyawa seorang bayinya.
Waww deh buat bidan, bidan Indonesia. . .

Danbo ku sayang, Danbo ku malang. . .

Perpisahan



Semua t'lah berakhir sudah
Segala rasa yang tlah tertuang

Semua hanyalah menjadi bingkisan kenangan
Manisnya mungkin hanyut di dalam kekosongan mata hati

Namun tak sedikitpun ku sesali
Semua t'lah mewarnai hidupku
Dan tancapan durinya t'lah mendewasakaku. . . 
Selamat jalan, selamat bahagia. . .  [NN]

Kamis, 26 Juli 2012

Bidan itu. . .

B I D A N
B = Bakti 
I = Ibu 
D = Demi 
A = Anak 
N = Nusantara

Hujan dan Pelangi


Hujan menghiasi hari saat dunia terkoyak luka
Teduhkan jiwa kala raga mulai meronta. . .

Hadirmu usik derasnya
Gantikan pesona cinta

Penuh warna. . .
Namun tak kuasai indah hamparan biru di atas dunia
Indahmu alihkan luka saat dunia tak lagi bisa tahan pedih tercipta
Sejukmu gantikan goresan tajam yang menganga dalam jiwa

Kau indah. . .
Kau menyejukkan. . .
Kau menentramkan. . .

Tapi kau tak selamanya bersama
Tapi kau tak bisa seutuhnya

Mungkinkah ku bingkai indahmu ?
Mungkinkan ku ukir semua tentangmu ?
Agar mereka tau akan relief yang Tuhan cipta tuk sadarkan dunia
Sadarkan DIRIMU. . .
[RAA]
FILOSOFI KEBIDANAN

adalah keyakinan atau pandangan hidup seorang bidan yang digunakan sebagai kerangka pikir dalam memberikan asuhan kebidanan. 
Filosofi Kebidanan menyatakan 11 kyakinan, yakni :
  • Profesi kebidanan secara nasional diakui Undang – undang maupun Peraturan pemerintah yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan professional dan secara internasional diakui dalam International Confederation Of Modwiferea (ICM), International Federation of Gynaecologist and Obstetritian (FIGO) dan WHO.
  • Tugas, tanggung jawab, dan kewenangan profesi bidan diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan ditujukan dalam rangka program penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Perinatal (AKP), Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Pelayanan Ibu hamil, melahirkan, nifas, Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Pelayanan kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya.
  • Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu memperoleh pelayanan kesehatan aman dan memuaskan dan kebutuhan serta perbedaan budaya.
  • Bidan meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, menopause adalah proses fisiologis dan sebagian kecil membutuhkan intervensi medik.
  • Persalinan merupakan proses alami, normal namun bila tidak dikelola dengan tepat menjadi abnormal.
  • Setiap individu berhak dilahirkan secara sehat, untuk itu setiap WUS, bumil, melahirkan, dan bayinya mendapat pelayanan berkualitas.
  • Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga membutuhkan persiapan mulai anak menginjak dewasa.
  • Kesehatan ibu periode reproduksi dipengaruhi perilaku ibu, lingkungan dan pelayanan kesehatan. 
  • Intervensi Kebidanan bersifat komprehensif yaitu upaya promotif preventif, kuratif dan rehabilitatif ditunjukkan kepada individu keluarga dan masyarakat.
  • Manajemen Kebidanan diselenggarakan atas dasar pemecahan masalah dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan bidan yang professional dan interaksi social serta asas penelitian dan pengembangan yang dapat malendasi manajemen secara terpadu.
  • Proses kependidikan kebidanan sbg upaya pengembangan kepribadian berlangsung sepanjang hidup manusia perlu di kembangkan dan diupayakan berbagai strata alam.